Ketakutanmu Adalah Keraguanmu
Sebuah aksara harus ditulis dengan hati
Begitu juga kamu, aku berusaha menyelami hatimu
Tapi dalam sekejap itu juga kau runtuhan
Sungguh hati ini benar adanya untukmu
Entah aku harus meyakinimu bagaimana
Kamu adalah orang asing yang tiba-tiba masuk ke hidupku
Membawa segala asa yang terlanjur kugenggam
Tapi dalam sekejap pula kau melepasnya
Kau mengatakan, "aku mundur"
Sungguh aku kecewa
Tapi aku tidak mau terlihat lemah dihadapanmu
Walau aku tidak rela melepas genggaman itu
Terlalu dini, memang, sayang ini dan perpisahan ini juga
Dengan perkenalan singkat waktu itu
Kau meyakinkan ku bahwa kau bisa menjadi pendamping
Tapi sekarang?
Bahkan kau mundur disaat aku belum melihat kerasnya perjuangan untukku
Apakah itu yang disebut seorang lelaki?
Yang jelas aku sangat berterima kasih padamu
Berterima kasih telah mengenalkan ku pada kecewa dalam waktu yang setingkat ini
-Dari wanita yang kau ragukan hatinya-
Yogyakarta, 8 Oktober 2016
Dhea Nuralifiani Safitri
Begitu juga kamu, aku berusaha menyelami hatimu
Tapi dalam sekejap itu juga kau runtuhan
Sungguh hati ini benar adanya untukmu
Entah aku harus meyakinimu bagaimana
Kamu adalah orang asing yang tiba-tiba masuk ke hidupku
Membawa segala asa yang terlanjur kugenggam
Tapi dalam sekejap pula kau melepasnya
Kau mengatakan, "aku mundur"
Sungguh aku kecewa
Tapi aku tidak mau terlihat lemah dihadapanmu
Walau aku tidak rela melepas genggaman itu
Terlalu dini, memang, sayang ini dan perpisahan ini juga
Dengan perkenalan singkat waktu itu
Kau meyakinkan ku bahwa kau bisa menjadi pendamping
Tapi sekarang?
Bahkan kau mundur disaat aku belum melihat kerasnya perjuangan untukku
Apakah itu yang disebut seorang lelaki?
Yang jelas aku sangat berterima kasih padamu
Berterima kasih telah mengenalkan ku pada kecewa dalam waktu yang setingkat ini
-Dari wanita yang kau ragukan hatinya-
Yogyakarta, 8 Oktober 2016
Dhea Nuralifiani Safitri
Komentar
Posting Komentar