Hati yang Berkecamuk
Apakah kamu tidak pernah puas dengan apa yang ada didepanmu?
Apakah kamu masih terus mencari dan tidak mau mencoba apa yang ada di hadapanmu?
Kamu tidak pernah bersyukur dan kamu pun terlalu munafik untuk mengakui segalanya
Aku, yang tidak pernah kamu tengok sedikitpun
Aku, yang selalu kamu acuhkan
Aku, ya, aku hanyalah sebatas debu yang diterpa angin lalu entah ada dimana aku sekarang
Di anganmu? Kurasa tidak, atau dihatimu? Aku pun tak bisa berharap banyak
Aku ingin menjadi debu yang selalu menempel di dinding hatimu
Tapi pedihnya, kau selalu menyingkirkanku
Seperti debu yang tidak pernah kau harapkan di hidupmu
Entah apa yang terlintas di benakku sekarang, aku gundah, aku kacau dibuatmu
Aku sudah cukup muak dengan semua ini, semua ketidakjelasan ini
Sekarang aku mundur, silahkan kau berpetualang lagi, sesuka hatimu
Dan jika kau kembali lagi untuk alasan yang tidak ingin kuketahui
Berdoa saja agar hatiku dan aku bisa menerimamu lagi seperti awal kita berbincang
Komentar
Posting Komentar