Tentangmu (lagi)
Hey.
Maaf jika tulisan kali ini masih menyangkut tentangmu sekali lagi maaf. Karena yang aku tahu adalah aku hanya bisa meluapkan perasaanku disini ya disini:)
Jujur aku kesiksa jika harus terus-menerus setiap hari memikirkanmu. Jujur sakit, nyiksa. Setiap hari aku selalu bertemu denganmu dan itu makin membuatku tersiksa. Aku ingat dimana suatu hari itu hujan dan kau masih disekolah yap PBB dan aku? latihan paduan suara, ya waktu itu tepat pukul jam 17.05 dan pada saat itu pula hujan sangat deras. Kau sedang duduk dikoridor sekolah dengan muka murung entah apa yang sedang kau pikirkan. Langkah demi langkah aku gerakan kakiku ya tepat menuju dimana tempat kau duduk, semakin dekat dengan dirimu dan yap aku berhasil didepanmu aku menoleh dan aku dapatkan senyum terlebar dan termanis yang pernah aku dapatkan darimu. Ya, sebelumnya aku tidak pernah mendapatkan senyum itu. Cukup itu adalah hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Melelahkan karna ya latihan padus itu benar-benar menguras tenagaku dan menyenangkan adalah hari itu aku mendapatkan senyum terindah darimu tepat dimana saat aku sangat lelah.
Keesokan harinya aku melihatmu lagi seperti biasa mukamu murung lagi, sebenarnya apa yang menganggumu pikiran sampai kau murung begitu? Apa ada masalah terjadi padamu? Iya aku sangat yakin pasti ada tapi sudahlah toh aku juga tidak mau terlalu 'kepo'. Tapi tunggu dulu, keesokan harinya kau tetap murung. Sungguh kalau aku punya lampu ajaib yang ada jin nya yang bisa memberiku 3 permintaan, permintaan pertamaku adalah aku ingin sekali bisa membaca pikiranmu, sungguh!
Kau tau? Hal seperti inilah yang menyiksaku! Memikirkanmu terus-menerus, berusaha tidak mau peduli tapi sebenarnya aku peduli. Mungkin kamu tau apa yang ku rasa, bahkan aku yakin kau tau apa yang ku rasa karna gerak-gerikku ketika bertemu denganmu, gerak-gerik ketika aku memandang dan lain sebagainya. Ya mungkin kau tau, itupun jika kau peka.
Entah aku bingung harus berbuat apa agar kau sadar, apakah aku harus terus memendam rasa ini tanpa pernah kau tau apa yang sebenarnya aku rasa? Atau aku harus menyerah dan berhenti peduli, menatapmu, dan apapun yang berkaitan denganmu? Atau hal yang paling nekat adalah apakah aku harus mengutarakan apa yang kurasa padamu? Itu nekat! Tapi entahlah waktu yang akan menjawab semua!:)
Maaf jika tulisan kali ini masih menyangkut tentangmu sekali lagi maaf. Karena yang aku tahu adalah aku hanya bisa meluapkan perasaanku disini ya disini:)
Jujur aku kesiksa jika harus terus-menerus setiap hari memikirkanmu. Jujur sakit, nyiksa. Setiap hari aku selalu bertemu denganmu dan itu makin membuatku tersiksa. Aku ingat dimana suatu hari itu hujan dan kau masih disekolah yap PBB dan aku? latihan paduan suara, ya waktu itu tepat pukul jam 17.05 dan pada saat itu pula hujan sangat deras. Kau sedang duduk dikoridor sekolah dengan muka murung entah apa yang sedang kau pikirkan. Langkah demi langkah aku gerakan kakiku ya tepat menuju dimana tempat kau duduk, semakin dekat dengan dirimu dan yap aku berhasil didepanmu aku menoleh dan aku dapatkan senyum terlebar dan termanis yang pernah aku dapatkan darimu. Ya, sebelumnya aku tidak pernah mendapatkan senyum itu. Cukup itu adalah hari yang menyenangkan sekaligus melelahkan. Melelahkan karna ya latihan padus itu benar-benar menguras tenagaku dan menyenangkan adalah hari itu aku mendapatkan senyum terindah darimu tepat dimana saat aku sangat lelah.
Keesokan harinya aku melihatmu lagi seperti biasa mukamu murung lagi, sebenarnya apa yang menganggumu pikiran sampai kau murung begitu? Apa ada masalah terjadi padamu? Iya aku sangat yakin pasti ada tapi sudahlah toh aku juga tidak mau terlalu 'kepo'. Tapi tunggu dulu, keesokan harinya kau tetap murung. Sungguh kalau aku punya lampu ajaib yang ada jin nya yang bisa memberiku 3 permintaan, permintaan pertamaku adalah aku ingin sekali bisa membaca pikiranmu, sungguh!
Kau tau? Hal seperti inilah yang menyiksaku! Memikirkanmu terus-menerus, berusaha tidak mau peduli tapi sebenarnya aku peduli. Mungkin kamu tau apa yang ku rasa, bahkan aku yakin kau tau apa yang ku rasa karna gerak-gerikku ketika bertemu denganmu, gerak-gerik ketika aku memandang dan lain sebagainya. Ya mungkin kau tau, itupun jika kau peka.
Entah aku bingung harus berbuat apa agar kau sadar, apakah aku harus terus memendam rasa ini tanpa pernah kau tau apa yang sebenarnya aku rasa? Atau aku harus menyerah dan berhenti peduli, menatapmu, dan apapun yang berkaitan denganmu? Atau hal yang paling nekat adalah apakah aku harus mengutarakan apa yang kurasa padamu? Itu nekat! Tapi entahlah waktu yang akan menjawab semua!:)
Komentar
Posting Komentar